Perang Lawan Saham Gorengan, Prabowo – Gibran Mau Bikin Ini

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Duet pasangan Calon (Paslon) Presiden Prabowo-Gibran mengusung Asta Cita atau delapan misi yang akan direalisasikan jika terpilih. Salah satu unsur dalam Asta Cita ini adalah penguatan fungsi intelljen pasar modal.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran Dradjad Hari Wibowo menjelaskan, pihaknya ingin agar OJK bisa mengoptimalkan fungsi intelijennya untuk mencegah fraud yang terjadi di pasar modal.

“Di OJK itu ada fungsi intelijen, dimana dia menggali informasi dari pas ngopi-ngopi, pas ngobrol, apa segala macam, nah dari informasi itu kan akan kedengeran kalau misalkan ada hal-hal yang kira-kira akan berbahaya bagi investor. Nah, itu yang harus diperkuat,” ucap Dradjad saat ditemui usai Dialog Arah Kebijakan Investasi dan Pasar Modal 2024-2029 APINDO, di Jakarta, Senin, (8/1/2024).

Wacana ini merupakan salah satu usulan Dradjad saat masih menjabat sebagai Mantan Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara RI (DISK BIN). Diketahui, BIN pernah berkeinginan untuk melatih pihak OJK
dengan fungsi-fungsi intelijen yang bisa mereka lakukan dalam kewenangannya di sektor ekonomi.

“Itu sebenarnya mereka bisa lakukan. Saya melihat itu masih lemah, sehingga ya kadang-kadang akhirnya jadi kecolongan. Kan beberapa kasus kecolongan ini,
itu karena fungsi intelijennya nggak berjalan dengan bagus,” kata dia.

Ekonom INDEF yang masuk dalam tim sukses paslon nomor urut dua ini mengatakan, fungsi intelijen pasar modal bisa dimanfaatkan untuk mencegah berbagai fraud, termasuk aksi goreng menggoreng saham.

“Iya, termasuk (saham gorengan). Karena itu penyakit. Itu, apa namanya, kolesterolnya pasar modal, gitu. Itu nggak bisa, nggak harus. Karena kalau nggak, orang nggak percaya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar semoat buka suara terkait upaya mengatasi aksi goreng saham. Mahendra menjawab bahwa pihaknya harus terlebih dulu menerapkan integritas dangovernanceyang baik dalam proses transaksi pasar saham.

“Nah, proses untuk pengelolaan manajemen investasi ini, kami masuk ke langkah-langkah untuk bisa menentukan apakah suatu produk ini memang sesuai bagi apa yang dijanjikan dalam jualannya. Lalu juga apakah itu ditujukan kepada investor yang memang mengerti risiko investasinya,” jelasnya di Economic Outlook 2023 CNBC Indonesia, Selasa (28/2/2023).

Mahendra menjelaskan, persoalan goreng menggoreng saham ini termasuk market conduct. Sehingga, pihaknya tidak semata-mata melihat seberapa besar target dari emisi di bursa dapat dicapai. Tapi juga memastikangovernanceyang baik dengan memperhatikan etika dan juga pelaksanaan yang sesuai dengan tata caranya. https://saladbiji.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*