Ada Skandal Boeing, Lion Air Hentikan Operasional Boeing 737 Max

Jakarta, CNBC Indonesia РLion Air akhirnya memberhentikan sementara (temporary grounded) armada Boeing 737 MAX 9 yang terkena skandal keselamatan. Keputusan ini diambil sembari memantau inspeksi yang terus berjalan.

“Selama proses inspeksi berlangsung, Lion Air telah mengatur atau mengelola operasional penerbangan menggunakan armada lainnya, sehingga operasional dapat berjalan lancar,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro kepada CNBC Indonesia, Senin (8/1/2024).

Lalu sampai kapan penghentian sementara ini berlangsung? “Segera akan disampaikan,” jawab Danang.

Sembari berlangsungnya inspeksi, Lion Air memilih untuk menggunakan pesawat lain dalam melayani penumpangnya.

“Lion Air mengoperasikan Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300CEO dan Airbus 330-900NEO,” kata Danang.

Lion Air terus berkoordinasi bersama pihak Boeing, regulator Indonesia dan otoritas penerbangan sipil terkait dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan penerbangan. Lion Air selalu mengedepankan faktor-faktor yang memenuhi kualifikasi keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama (safety first) dalam setiap aspek operasional dan layanan penerbangan.

Jumat pekan lalu, Boeing 737 Max 9 yang digunakan Alaska Airlines melakukan pendaratan darurat karena penutup pintu di badan pesawat jebol.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemudian resmi melarang tiga pesawat Lion Air untuk beroperasi. Hal ini terkait adanya skandal terbaru dari Boeing 737 Max 9 seperti yang digunakan Lion Air.

Dithub Kemenhub telah berkoordinasi dengan pihak Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat Regional Asia Pacific, Boeing serta Lion Air sebagai maskapai nasional yang menggunakan jenis pesawat Boeing 737-9 MAX.

“Berdasarkan review dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) pesawat Boeing 737-9 Max sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni dalam Holding Statement, Senin (8/1/2024). https://berdasarkanapa.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*