Baru IPO, Emiten Gas Ini Udah Patok Jualan Naik 4 Kali Lipat

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Emiten distributor gas alam PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS) secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten kedua di 2024. CGAS melepas saham ke publik sebanyak 531.429.000 dengan harga Rp338 per saham, sehingga perusahaan meraup dana segar sebanyak Rp179,6 miliar.

Perusahaan ini memproyeksikan memiliki penjualan tembus sebesar Rp1 triliun selama 5 tahun ke depan atau meningkat hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun 2023. Sementara untuk laba bersih pada periode yang sama naik hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun 2022.

Direktur Utama CGAS Andika Purwonugroho mengatakan pihaknya belum merilis laporan keuangan tahun 2023 karena belum selesai diaudit. Namun, ia mengatakan ada indikasi perbaikan kinerja pada semester II-2023 dari semester I-2023. Ia menyebut pendapatan tahun 2023 akan sedikit lebih tinggi daripada pendapatan tahun 2022.

Ia menjelaskan keputusan melakukan IPO ini sebagai langkah pihaknya untuk peningkatan kapasitas pendanaan guna mendorong pertumbuhan dan menguatkan stabilitas keuangan. Adapun sebesar 90 persen dari dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebagai dana belanja modal (capex) untuk membangun liquid natural gas (LNG) station di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2.

Sedangkan sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja. Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, yakni sebesar Rp81,3 miliar, juga akan digunakan sebagai modal kerja CGAS.

Andika melanjutkan, pengembangan bisnis CGAS juga sejalan dengan program pemerintah terkait transisi energi yang memprioritaskan gas alam sebagai sumber energi dengan tingkat emisi yang lebih rendah dibanding bahan bakar minyak (BBM).

Ke depannya, kata dia, selain mengembangkan LNG dengan menggunakan dana hasil IPO, CGAS juga berencana melakukan ekspansi usaha ke beberapa daerah dengan membangun mother station baru yang lebih mendekati target pasar, yakni di Grobogan Purwodadi, Jawa Tengah dengan kapasitas plant 1,5 MMSCFD dan mother station di Majalengka berkapasitas plant 1 MMSCFD, serta mother station di Manyar, Gresik, Jawa Timur berkapasitas plant 2 MMSCFD.

“Harapannya dengan pendistribusian lokasi usaha, maka Perseroan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak konsumen dari berbagai segmen,” tegasnya.

Dia menyampaikan, sejauh ini CGAS menawarkan harga kompetitif yang bisa menciptakan penghematan biaya bagi pelanggan metering yang terkalibrasi, sehingga bisa memperoleh hasil pemakaian CNG secara terukur dan tepat. Jaringan distribusi CGAS maupun entitas anak juga sudah tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa.

Maka saat ini, CNG bisa lebih mudah diperoleh pelanggan. CGAS menerapkan aplikasi SCADA yang terintegrasi, sehingga pelanggan bisa memastikan pengiriman CNG sesuai jadwal. https://pembangkitkuku.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*